Cara Menghadapi Bos Yang Cerewet

Cara Menghadapi Bos Yang Cerewet

SEOmangat –¬†Mempersiapkan diri secara fisik saja tidak cukup untuk memasuki dunia kerja. Ada mental dan waktu yang penting disiapkan untuk menghadapi apa yang terjadi di kantor. Salah satunya adalah bos yang sulit. Sikapnya yang cerewet tentu mengganggu. Apalagi ketika apa yang Anda lakukan selalu dikritik, meski pekerjaan masih berlangsung.

Agar pekerjaan tetap menyenangkan, coba atur sikap bos yang pilih-pilih menggunakan formulir ini.

1. Dengarkan apa yang bos katakan

Ketidaknyamanan adalah perasaan alami ketika seseorang terus-menerus berbicara saat Anda sedang bekerja. Jika orang tersebut adalah bosnya, lebih baik lupakan rasa malu dan fokus pada pekerjaan. Jika Anda juga diperlakukan dengan teguran, itu akan dianggap tidak sopan. Pada akhirnya, ada masalah.

Meski menyebalkan, sikap cerewet bos tetap harus diterima. Tidak mungkin sikap ini saja yang mengajukan pengunduran dirinya.

2. Katakan “baik”

Namanya lebih unggul, semua yang dia katakan dia yakini benar. Sebagai karyawan, Anda hanya mendengarkan, mematuhi, dan melakukan. Tidak lebih dari itu.

Jika suatu hari dia datang ke meja dan mengomentari pekerjaan, lebih baik mengatakan “oke, saya akan memperbaikinya”. Tidak perlu menambahkan kalimat, saya khawatir itu akan menjadi masalah.

Apalagi bagi seorang atasan yang memiliki pendapat, dia tidak akan mau mendengarkan komentar atau kontribusi dari bawahannya. Jika dia meminta Anda untuk memperbaikinya lagi, lakukan sampai dia puas dengan hasilnya.

3. Tampilkan jika kesibukan

Jika Anda termasuk orang yang sulit mengendalikan perasaan, Anda harus bersikap seolah sedang sibuk agar atasan Anda tidak ikut campur. Misalnya, ketika bos Anda masuk ke kantor divisi Anda, jagalah komputer dan file-file di atas meja.

Bos mana pun tidak akan tega campur tangan. Ini akan memberi Anda waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, bahkan jika dia memarahi Anda nanti.

Sikap mengkhawatirkan ini masih jauh lebih etis daripada melawan bos. Paling tidak, Anda tidak perlu terlibat pertengkaran yang mungkin bisa mengaburkan suasana di kantor.

4. Laporan kemajuan

Setiap atasan berhak mengetahui bagaimana pekerjaan masing-masing bawahannya. Selain digunakan sebagai laporan kepada manajemen, ia tahu di mana karyawan sedang berjuang dan akan menemukan cara yang tepat untuk membantu. Jika bawahannya malas melapor, wajar jika dia pilih-pilih.

Sebelum bos menegur, lebih baik berikan apa yang dia inginkan. Anda tidak perlu khawatir benar atau salah karena saat melapor biasanya atasan akan menanyakan kesulitan yang Anda hadapi.

Namun, tetap maksimalkan isi laporan. Jangan melaporkan secara acak, karena ini akan “mengundang” emosi Anda.

5. Berkomunikasi melalui email

Jika Anda tidak lancar, batalkan niat Anda untuk berbicara langsung dengan bos. Kirim email sebagai alternatif untuk mendiskusikan kemajuan dan hasil akhir dari tugas yang dia berikan kepada Anda.

Selain itu, komunikasi melalui email menjauhkan Anda dari percakapan panjang. Karena apa yang disampaikan dalam email umumnya hanya inti pembicaraan.

Lain halnya jika topik yang dibahas penting, maka perlu dikomunikasikan secara tatap muka agar hasilnya jelas. Jika dia banyak bicara, abaikan saja sikapnya, yang penting dengarkan apa yang dia katakan.

6. Pertebal porsi sabar

Anda harus sering menepuk dada jika bertemu bos yang pilih-pilih. Ya, ini kenyataan, jadi bersabarlah saat bos masuk. Jika Anda tidak menyukai apa yang Anda katakan, jangan dimasukkan ke dalam hati. Bagaimanapun, bos adalah manusia yang bisa membuat kesalahan.

Sebaiknya dengarkan saja jika atasan Anda menyuruh Anda mengulangi apa yang Anda katakan, sehingga karir Anda di perusahaan tetap aman meski sikap bos kurang ramah terhadap karyawan.

7. Selalu hormati bosmu

Atasan yang perfeksionis sering kali lebih suka melecehkan karena menginginkan hasil terbaik. Sebagai bawahan kamu bisa memberikan ini, tapi tentu tidak sesederhana membalikkan telapak tangan.

Jika bos berkomentar tentang kinerja, minta dia untuk memberikan solusi tentang cara bekerja dengan baik dan benar. Ucapkan dengan kata-kata yang sopan agar dia tidak terluka.

Bahkan jika Anda merasa kesal dengan sikapnya, dia tetaplah bos di kantor. Adalah wajar bagi bawahan untuk menghormati atasan mereka dengan cara apa pun, suka atau tidak suka.

Referensi:

Blitarkota

sedekah gaji berapa persen